5 Kebiasaan Orang dengan EQ Tinggi

5 Kebiasaan Orang dengan EQ Tinggi

Emotional Intelligene (EQ) merupakan hal penting yang dapat berperan penting dalam kesuksesan personal dan professional. Kemampuan seseorang untuk dapat mengendalikan emosi dan energi dapat membuahkan hasil yang positif.

Emotional Intelligence adalah hal dalam diri kita yang mempengaruhi bagaimana kita berperilaku, menghadapi situasi sosial dan membuat keputusan personal yang menghasilkan hasil positif.

Pada dasarnya, EQ terdiri dari 4 skill utama yang terhubung dengan 2 kompetensi utama: kompetensi personal dan kompetensi sosial.

Kompetensi Personal terdiri dari kesadaran diri (self-awareness) dan pengendalian diri (self-management), yang fokus pada diri sendiri dan bukan pada interaksi dengan orang lain. Personal kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk memahami emosi diri dan mengendalikan perilaku diri sendiri.

Kompetensi Sosial terdiri dari pemahaman sosial (social awareness) dan pengendalian hubungan (relationship management). Kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang untuk memahami mood, perilaku dan motif orang lain untuk dapat menentukan bagaimana kita bersikap terhadap orang tersebut.

Meskipun sudah terdapat studi mengenai EQ, namun menghadapi emosi manusia memang tidaklah mudah. Bagi sebagian orang dengan EQ tinggi, memang lebih mudah untuk

Berikut ini adalah 5 tanda orang yang memiliki EQ tinggi:

Selalu berpikir positif

Meski banyak terjadi hal negatif di dunia, seperti bencana alam, krisis moneter ataupun kerusuhan, seseorang dengan EQ tinggi tidak akan mudah terbawa pikiran negatif dan menjadi pesimis. Seorang dengan EQ tinggi memahami perbedaan akan hal yang dapat ia ubah dan tidak. Dengan begini, ia akan mampu fokus pada hal terdekat yang diketahui dapat dijalankan secara positif. Di lingkungan pekerjaan, mereka umumnya lebih punya performa kerja yang bagus dan tidak mudah terganggu dengan gossip kantor yang tidak perlu.

Tegas

Orang dengan EQ tinggi memiliki keseimbangan dalam perilaku dan empati, namun tetap dapat tegas dalam menentukan batasan. Kombinasi seperti ini sangat ideal untuk menangani sebuah konflik. Umumnya, orang akan bersikap pasif-agresif dalam keadaan konflik. Namun orang dengan EQ tinggi akan mampu menyaring perasaan dan menghindari reaksi emosional yang tidak membantu menyelesaikan masalah. Mereka mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin tanpa harus membuat musuh.

Penasaran dengan orang lain

Bukannya kepo, tapi orang dengan EQ tinggi akan memiliki rasa penasaran mengenai orang lain. Hal ini dapat menimbulkan empati karena mereka berusaha memahami seseorang, dan mengapa orang lain melakukan hal yang mereka lakukan.

Memaafkan, tidak melupakan

Orang dengan EQ tinggi memiliki konsep belajar dari kesalahan seseorang. Mereka akan memaafkan, mengingat kesalahan orang lain dan belajar darinya, namun tidak menyimpan dendam. Mereka paham bahwa dendam adalah emosi negatif yang dapat merusak mental dan hubungan sosial. Selain itu, mereka juga akan belajar untuk dapat melindungi diri mereka lebih baik, dan bukannya membalas dendam kepada orang yang menyakitinya.

Tidak menyukai obrolan negatif

Berapa banyak dari kita yang sering menggosipkan orang lain, membicarakan keburukannya, bahkan menambahkan bumbu untuk membuat pembicaraan lebih seru? Ini bukanlah hal yang dilakukan orang dengan EQ tinggi. Bagi banyak orang, ini tidaklah mudah. Namun orang dengan EQ tinggi paham bahwa pikiran negatif dapat merusak mental dan hubungan.

Kesimpulan

Berbeda dengan IQ, EQ dapat lebih mudah untuk ditundukkan. Latihan dan kebiasaan untuk memiliki pikiran positif dan menghindari yang negatif adalah hal yang perlu dilakukan terus menerus sehingga menjadi kebiasaan. Tanpa disadari, kita mungkin akan merasa dunia ini adalah tempat yang lebih baik, dan pemikiran positif akan menjadi hal yang menempel di otak kita.